PERKUAT BUDAYA MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN, RS MATA MASYARAKAT JAWA TIMUR SELENGGARAKAN IN HOUSE TRAINING PMKP, PPI DAN KOMUNIKASI EFEKTIF
Ditulis Oleh Silfa Pernika Reskhy - Juli 2026
Sebagai upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta memperkuat budaya mutu dan keselamatan pasein, RS Mata Masyarakat Jawa Timur menyelenggarakan In House Training (IHT) Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi serta Komunikasi Efektif. Kegiatan ini diikuti tenaga kesehatan dan tenaga penunjang sebagai bagian dari komitmen Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, aman, dan berorientasi pada pasien.
Acara dibuka oleh Direktur RS Mata Masyarakat Jawa Timur, dr. A.A. Ayu Mas Kusumayanti, M.Kes. Pada sambutannya beliau menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi dalam menghadapi perkembangan pelayanan kesehatan yang semakin dinamis. dr. Ayu juga menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat menerapkan standar mutu, keselamatan pasien, pengendalian risiko, serta komunikasi efektif pada setiap proses pelayanan.
Pada sesi materi terbagi menjadi 3 Sub bagian, materi Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien disampaikan oleh tim Komite Mutu dengan pengantar dr Sylva Dranindi T, Sp.M.M.Ked.Klin. Pada materi ini disampaikan meteri Keselamatan Pasien yang disampaikan dr. Ratna Parma Jaya, Sp.M. Materi Peningkatan Mutu yang disampaikan oleh dr. Prahara Wahyu Purnomo, dan materi Manajemen Risiko yang disampaikan dr. Maria Debora Niken L, Sp.M. Komite mutu menyampaikan materi penarapan budaya mutu di Rumah Sakit, pengelolaan indikator mutu, identifikasi risiko hingga sistem pelaporan insiden keselamatan pasien. Selain itu, peserta juga diajak memahami bahwa peningkatan mutu merupakan tanggung jawab seluruh unit dan harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.
Pada sesi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), dr. Budy Surakhman, Sp.M menyampaikan pentingnya kepatuhan terhadap praktik pencegahan infeksi seperti kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri (APD), praktik cuci tangan serta upaya pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan (Healthcare-Associated Infection). Selain itu disampaikan pula pengelolaan limbah medis dan pengelolaan tumpahan bahan atau limbah berbahaya. Materi sekaligus bertujuan untuk memperkuat keselamatan pasien, petugas, maupun pengunjung rumah sakit.
Sementara itu, materi Komunikasi Efektif menghadirkan dr. Riris Linda Restantin, MMRS, Mmenekankan pentingnya komunikasi yang jelas, akurat, tepat waktu, dan terdokumentasi dalam mendukung keselamatan pasien. Peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik komunikasi professional antar tenaga kesehatan, komunikasi dengan pasien dan keluarga, serta penerapan komunikasi terstrukutr seperti SBAR (situation, background, asessment, recommendation) dan REACH (rescpect, empathy, audible, clarity, dan humble) yang fungsinya untuk meminimalkan kesalahan komunikasi dalam proses pelayanan.
Pelaksanaan pelayanan berlangsung secara interaktif melalui paparan materi, diskusi, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Berbagai pengalaman dibagikan selama pelatihan menajdi sarana pembelajaran bersama dalam menghadapi tantangan pelayanan di lapangan serta memperkuat koordinasi antar profesi.
In House Training ini diharapkan mampu diimplementasikan pada praktik pelayanan sehari-hari. Semangat pembelajaran berkelanjutan dan kolaborasi antraprofesi, RS Mata Masyarakat Jawa Timur terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan mata yang professional, aman, bermutu, dan berorientasi pada kepuasan serta keselamatan pasien.
