JATIM FEST 2026, RS MATA MASYARAKAT JAWA TIMUR HADIRKAN SKRINING MANDIRI UNTUK TINGKATKAN LITERASI KESEHATAN MATA MASYARAKAT
Ditulis Oleh Silfa Pernika Reskhy - Oktober 2026
Gelaran Jatim Fest tahun 2026 diselenggarakan di Exhibition Hall Grand City Surabaya mulai 30 September 2026 hingga 04 Oktober 2026. RS Mata Masyarakat Jawa Timur ikut serta pada event tahunan ini dengan membuka booth pameran yang berisi inovasi dan pelayanan yang ada di RS Mata Masyarakat Jawa Timur dan juga sebagai narasumber pada talkshow Clear Vision For Better Life dengan dr. Rachmat Agung Widodo. Jatim Fest 2026 sekaligus sebagai perayaan HUT Ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Tahun 2026, RS Mata Masyarakat Jawa Timur mengusung tema Lasik dan Medical Check Up Mata. Pengunjung booth RS Mata Masyarakat Jawa Timur akan dipandu untuk melakukan skrining kesehatan mata secara mandiri melalui aplikasi yang dikembangkan dan merupakan inovasi yang dimiliki oleh RS Mata Masyarakat Jawa Timur. Inovasi ini adalah upaya RS Mata Masyarakat Jawa Timur untuk melakukan upaya deteksi dini gangguan penglihatan. Deteksi dini gangguan penglihatan sangat penting untuk mencegah kebutaan, tumbuh kembang anak, mempertahankan kualitas hidup dan produktivitas hingga mendeteksi penyakit lainnya.
Bagi pengunjung yang sering berhadapan dengan gawai seperti computer atau laptop diarahkan untuk scan barcode dan melakukan deteksi secara mandiri melalui aplikasi Digital Eye Strain Information System (DESIS). DESIS merupakan deteksi dini mandiri yang dilakukan secara online bagi penderita gangguan ketegangan pada mata karena penggunaan perangkat digital.
Begitu pula jika pengunjung merasa terdapat gangguan penglihatan yang ditandai dengan penurunan tajam penglihatan, pengunjung akan diarahkan untuk scan barcode Deteksi Gejala Low Vision (SI Galon). Inovasi yang telah dimiliki lama ini memfasilitasi masyarakat untuk melakukan skrining mandiri guna mengetahui apakah termasuk penderita Low Vision atau tidak.
Namun, jika pengunjung memerlukan deteksi dini pemeriksaan fungsi kesehatan mata secara praktis, dapat scan barcode pada Inovasi Sistem Pemeriksaan Lingkup Penglihatan Praktis (SI PELIPIS).
Setelah mendapatkan hasil, pengunjung dapat melakukan pemeriksaan mata dengan Auto Refrakto Keratometer (ARK) untuk mengukur perkiraan gangguan refraksi mata seperti rabun jauh, rabun dekat, atau silinder. Ketiga inovasi tersebut bersifat skrining mandiri awal, jika dirasa kurang nyaman dan mengalami gangguan penglihatan, petugas jaga akan menyarankan pengunjung untuk melakukan pemeriksaan lebih detil ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Lebih dari 700 pengunjung hadir pada booth RS Mata Masyarakat Jawa Timur. RS Mata Masyarakat Jawa Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya pada kesehatan mata. Partisipasi pada Jatim Fest sekaligus memperluas pengenalan layanan dan inovasi RS Mata Masyarakat Jawa Timur dan mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata melalui pemanfaatan teknologi yang mudah diakses.
